Eddy Suntoro
suarapembaruan.com
Walaupun peralatan kamera sekarang ini telah berkembang begitu pesat, namun sayang belum banyak hasil karya foto berkualitas tinggi, yang bisa disejajarkan dengan karya fotografer dari luar negeri. Meskipun ada karya besar yang dihasilkan fotografer dari dalam negeri sendiri, namun kebanyakan karya tersebut dihasilkan oleh fotografer muka-muka lama yang sudah sangat terkenal dan jumlahnya tetap saja masih dalam hitungan jari. Sebut saja misalnya Darwis Triadi, Firman Ichsan, Oscar Matuloh, Don Hasman, dan sebagainya.
Belum lahirnya fotografer muka baru dengan karya besar tersebut tentu cukup memprihatinkan, karena dengan potensi sumber daya alam yang berlimpah, budaya dan kesenian yang beragam serta kehidupan sosial yang sangat unik dan menarik, tentunya dapat dijadikan sebagai subjek pemotretan yang tiada habisnya.
Untuk menggali dan memanfaatkan berbagai subjek pemotretan menjadi karya besar yang dapat disejajarkan dengan karya fotografer kelas dunia, maka bagi pemotret yang ingin serius menekuni bidang fotografi (bukan sekedar bisa memotret dan menghasilkan foto apa adanya), tidak ada cara lain yang harus dilakukan, yaitu berupaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan bidang fotografi.
Pengetahuan dan keterampilan itu khusunya dalam teknik potret memotret. Selain itu kejelian dalam melihat sudut pemotretan, sehingga hasil pemotretannya akan berbeda dibanding foto sejenis yang dipotret fotografer lain. Tanpa upaya peningkatan keterampilan tersebut, sulit bagi di fotografer akan berkembang dan meningkat hasil karyanya, walaupun ia memilik peralatan kamera canggih.
Secara Otodidak
Untuk meningkatkan pengetahuan di bidang fotografi, khususnya teknik potret memotret, sebagaimana bidang keahlian lain, bidang fotografi pun bisa dipelajari secara otodidak atau belajar sendiri. Belajar sendiri umumnya dilakukan oleh mereka yang di tempat tinggalnya tidak ada lembaga yang mengadakan kursus/pelatihan, tidak mempunyai waktu belajar jika harus datang ke ruang kelas, atau biayanya mahal sehingga tidak mampu untuk mengikutinya.
Walaupun belajar fotografi secara otodidak dapat dilakukan, namun perlu diketahui kiat-kiat apa saja yang harus dilakukan. Sehingga pelajaran yang diikuti benar-benar dapat memberikan manfaat optimal, yakni dengan semakin meningkatnya pengetahuan dan keterampilan memotret.
Agar dalam proses pembelajaran dapat berjalan secara efektif dan efisien, beberapa kiat berikut bisa dijadikan acuan: Pertama, rajin membaca buku dan artikel fotografi. Baca dan pahami buku-buku dan artikel fotografi dengan baik, sehingga apa yang diperintahkan dalam bahan bacaan dapat dicerna dan dipahami dengan jelas. Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena buku maupun artikel fotografi seperti yang ada di Suara Pembaruan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan panduan bagi mereka yang ingin mendalami dan meningkatkan kemampuannya di bidang fotografi.
Agar bahan bacaan yang dipelajari benar-benar dirasakan manfaatnya dalam meningkatkan keahlian memotret, sebaiknya pilih topik bahasan yang akan dipelajari sesuai dengan kebutuhan. Kalau keterampilan yang sangat diperlukan tentang penguasaan teknik pencahayaan, maka topik inilah sebaiknya yang dipelajari lebih dahulu.
Setelah mahir, baru meningkat pada topik lainnya. Dengan cara tersebut dapat dipastikan semangat belajar akan tetap menggelora, karena manfaatnya dapat langsung dirasakan.
Kedua, dipraktikkan. Agar apa yang telah dipelajari dapat diterapkan langsung dalam pemotretan, sebaiknya lakukan sesering mungkin praktik pemotretan, sehingga antara teori yang diperoleh dengan kegiatan praktik dapat sejalan.
Praktik pemotretan tersebut sangat penting dilakukan, karena fotografi adalah ilmu terapan yang manfaatnya baru dirasakan setelah dipraktikkan secara langsung. Jadi, semakin banyak praktik pemotretan, akan semakin baik dan meningkat keterampilan yang akan dikuasai.
Ketiga, banyak bertanya. Selain melalui bahan bacaan, cara belajar yang cukup efektif dapat juga dilakukan dengan banyak bertanya kepada fotografer senior yang sudah berpengalaman. Hal tersebut sangat penting dilakukan, karena biasanya dalam memotret suatu subjek pemotretan, antara seorang fotografer dengan fotografer lain mempunyai cara tersendiri untuk mendapat hasil pemotretan terbaik. Nah, untuk menggali teknik yang tidak ada di dalam buku tersebut, sebaiknya jangan segan-segan untuk bertanya kepada si fotografer senior.
Untuk itu, jika ada sesuatu hal yang belum diketahui seperti memotret matahari terbenam misalnya, maka jangan sungkan-sungkan untuk menanyakan teknik memotretnya. Dengan banyak bertanya (selain membaca), akan sangat banyak teknik memotret yang akan diperoleh dan kemajuan yang dirasakan, karena pelajaran yang diberikan merupakan pengalaman pribadi hasil kreasi si fotografer yang belum tentu ada di dalam buku pelajaran memotret.
Keempat, evaluasi hasil pemotretan. Salah satu cara paling efektif untuk mengetahui kemajuan dalam meningkatkan keterampilan memotret adalah dengan melakukan evaluasi. Peningkatan kemampuan memotret akan dapat diketahui, jika foto yang dihasilkan lebih baik dibanding foto-foto sebelumnya.
Kalau semula setiap memotret hasilnya selalu terlihat gelap (under), karena pencahayaannya kurang, maka kalau setelah belajar teknik pencahayaan ternyata hasil pemotretannya memperlihatkan gambar yang terang merata sehingga enak dilihat, berarti sudah ada kemajuan.
Untuk mengevaluasi dan mengukur kemajuan keterampilan memotret bisa juga dengan memotret subjek yang sama, namun tekniknya berbeda, baik dalam pemakaian diafragma, kecepatan, pencahayaan, komposisi dan lainnya. Dari sini akan terlihat teknik mana yang lebih baik.
Untuk memudahkan mengevaluasi, setiap melakukan pemotretan sebaiknya teknik yang dipakai dicatat di dalam buku khusus, sehingga dapat diketahui perbedaan dengan jelas antara tehnik pemotretan satu dengan lainnya. Jika kegiatan evaluasi ini terus dilakukan, cepat atau lambat si fotografer pasti akan dapat menilai kekurangan-kekurangan yang ada pada setiap foto, sehingga ia dapat membedakan mana foto yang baik dan jelek.
Kelima, ikut lomba foto. Dengan semakin meningkatnya keterampilan memotret, ada baiknya jika untuk mencoba sebagai peserta lomba foto yang sering diadakan. Mengikuti lomba foto selain dapat dijadikan sebagai ajang untuk mengukur dan menguji kemampuan tehnik potret-memotret, juga dapat dijadikan sebagai sarana untuk mempromosikan diri, bahwa Anda adalah seorang fotografer. Terlebih lagi jika Anda keluar sebagai salah satu pemenangnya.
Keenam, belajar terus. Walapun pengetahuan di bidang fotografi sudah semakin mendalam dan keterampilan memotret semakin baik, sebaiknya jangan cepat merasa puas dengan kemampuan yang ada, sehingga tidak mau belajar lagi.
Sambil terus melakukan pemotretan, kegiatan membaca dan mempelajari bidang fotografi sebaiknya terus dipupuk. Hal tersebut sangat penting untuk mengetahui perkembangan bidang fotografi yang berkembang sangat pesat. Begitu juga dengan tehnik-tehnik pemotretan yang mungkin saja belum diketahui dan dikuasai.
Dari uraian di atas dapat dijelaskan, bahwa belajar fotografi secara otodidak pun bisa menambah keterampilan penguasaan tehnik potret memotret. Masalahnya terpulang pada diri masing-masing fotografer, apakah ia mau terus belarj, atau sudah merasa puas dengan kemampuan yang ada.
0 komentar:
Posting Komentar